Pada pembahasan kali ini, saya ingin membahas tentang salah satu load balance isp yaitu ECMP ( Equal Cost Multi Path), untuk load balance ini tergolong mudah, karena hanya terdapat beberapa parameter saja, memungkinkan router memiliki lebih dari 1 gateway dan juga paket keluar/masuk dapat sesuai dengan tujuanya masing – masing, langsung ajah kita setting sesuai topologi di atas

Terdapat 2 router yaitu router ISP 1 dan ISP 2 masing sudah terhubung ke internet dan juga router utama R1 yang sudah terhubung ke internet dengan ether1 = ISP1, ether2 = ISP2 dan ether4 = Local, pastikan settingan dasar miikrotik R1 dapat terhubung (ping) ke gateway masing masing ISP dan juga ping ke internet, IP address disesuaikan dengan topologi yang ada

Setelah selesai, agar ISP1 mati ISP2 aktif maka harus di lakukan failover dengan cara menandakan mark route untuk ISP1 dan ISP2, jangan lupa parameter Check gateway di aktifkan, guna melihat request link jika terjadi timeout “Gateway Time-Out” apabila tidak menerima respon selama kurang lebih 10 detik dari mesin gateway. Dan akan dianggap “Unreachable” jika terjadi 3 kali gateway time-out secara berurutan.

Lakukan pengujian dengan speed test, pada dasarnya konsep load balancing jika bandwith 2Mb plus 1 Mb = 2Mb plus 1Mb tidak menjadi 3 MB, disini saya karena licensi free jadi masing masing ISP hanya 1Mb

Untuk tambahan jika memiliki akun Mikrotik CHR bisa generate licensi sehingga bandwith yang keluar bisa mencapai 1Gb, seperti di R1 ini

Artikel yang Direkomendasikan