
Pada pembahasan kali ini, saya ingin membahas tentang salah satu load balance isp yaitu ECMP ( Equal Cost Multi Path), untuk load balance ini tergolong mudah, karena hanya terdapat beberapa parameter saja, memungkinkan router memiliki lebih dari 1 gateway dan juga paket keluar/masuk dapat sesuai dengan tujuanya masing – masing, langsung ajah kita setting sesuai topologi di atas
Terdapat 2 router yaitu router ISP 1 dan ISP 2 masing sudah terhubung ke internet dan juga router utama R1 yang sudah terhubung ke internet dengan ether1 = ISP1, ether2 = ISP2 dan ether4 = Local, pastikan settingan dasar miikrotik R1 dapat terhubung (ping) ke gateway masing masing ISP dan juga ping ke internet, IP address disesuaikan dengan topologi yang ada

|
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 |
//Setting NAT yang mengarah ke ISP [admin@R1] > system identity set name=R1 [admin@R1] > ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1 [admin@R1] > ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether2 //Mangle, agar trafic yang masuk lewat ISP1 dapat keluar kembali ke ISP1. [admin@R1] > ip firewall mangle add chain=input in-interface=ether1_ISP1 action=mark-connection new-connection-mark=Jalur-1 passthrough=yes [admin@R1] > ip firewall mangle add chain=input in-interface=ether1_ISP2 action=mark-connection new-connection-mark=Jalur-2 passthrough=yes [admin@R1] > ip firewall mangle add chain=output connection-mark=Jalur-1 action=mark-routing new-connection-mark=ISP1 [admin@R1] > ip firewall mangle add chain=output connection-mark=Jalur-2 action=mark-routing new-connection-mark=ISP2 //ip route, jika ISP yang digunakan ada 3 maka tinggal di tambahkan saja di gatewaynya [admin@R1] > ip route add gateway=10.1.1.1,10.2.2.1 dst-address=0.0.0.0/0 |
Setelah selesai, agar ISP1 mati ISP2 aktif maka harus di lakukan failover dengan cara menandakan mark route untuk ISP1 dan ISP2, jangan lupa parameter Check gateway di aktifkan, guna melihat request link jika terjadi timeout “Gateway Time-Out” apabila tidak menerima respon selama kurang lebih 10 detik dari mesin gateway. Dan akan dianggap “Unreachable” jika terjadi 3 kali gateway time-out secara berurutan.
|
1 2 3 |
[admin@R1] > ip route add gateway=10.1.1.1 dst-address=0.0.0.0/0 check-gateway=ping routing-mark=ISP1 [admin@R1] > ip route add gateway=10.2.2.1 dst-address=0.0.0.0/0 check-gateway=ping routing-mark=ISP2 |
Lakukan pengujian dengan speed test, pada dasarnya konsep load balancing jika bandwith 2Mb plus 1 Mb = 2Mb plus 1Mb tidak menjadi 3 MB, disini saya karena licensi free jadi masing masing ISP hanya 1Mb

